BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Ustadz Ahmad Al Habsy mengajak umat Islam untuk merenungkan kembali besarnya pengorbanan kedua orang tua dan pentingnya berbakti kepada mereka sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan ceramah di Masjid Agung Nurussalam, Gunung Tinggi, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jumat (16/10/2026).
Di hadapan jemaah, Ustadz Ahmad Al Habsy menekankan bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan ayah dan ibu yang telah merawat, membesarkan, serta memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya.

Ia mengingatkan, jangan sampai seseorang begitu menghormati orang lain, tetapi justru bersikap kasar kepada orang tuanya sendiri.
“Berapa banyak orang sibuk membahagiakan orang lain, tetapi tidak bisa membahagiakan orang tuanya sendiri. Itu namanya mencari surga yang jauh, lupa dengan yang dekat,” pesannya.
Menurutnya, kemuliaan seseorang tidak hanya dinilai dari kesuksesan, jabatan, maupun penghormatan yang diperoleh di tengah masyarakat. Sikap terhadap orang tua juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengorbanan Orang Tua Tak Akan Pernah Terbayar
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Al Habsy menggambarkan betapa besar perjuangan orang tua dalam membesarkan anak. Seorang ibu menghadapi perjuangan berat saat mengandung dan melahirkan, sementara seorang ayah mencurahkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia kemudian menceritakan kisah seorang pemuda yang menggendong ibunya dari Yaman menuju Makkah untuk melaksanakan tawaf di Kakbah. Pemuda tersebut berharap pengorbanannya dapat membalas jasa sang ibu.
Namun, kisah itu menyampaikan pesan bahwa pengorbanan seorang anak tidak akan pernah sepenuhnya sebanding dengan perjuangan orang tuanya.
Pesan tersebut mengajak jemaah untuk tidak mengukur bakti hanya melalui pemberian materi. Perhatian, kesabaran, tutur kata yang lembut, serta kesediaan mendampingi orang tua juga merupakan bentuk pengabdian yang sangat berarti.
Jangan Menyesal Setelah Kehilangan
Ustadz Ahmad Al Habsy turut mengingatkan bahwa kesempatan berbakti kepada orang tua tidak berlangsung selamanya. Ketika ayah dan ibu masih hidup, anak memiliki kesempatan untuk meminta maaf, memperbaiki hubungan, dan membahagiakan mereka.
Sebaliknya, ketika orang tua telah tiada, penyesalan tidak dapat mengembalikan kesempatan yang pernah dimiliki.
Karena itu, ia mengajak umat Islam yang pernah menyakiti hati orang tuanya agar segera bertobat kepada Allah SWT, memohon maaf, serta berusaha memperbaiki hubungan keluarga.
Ia juga mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 23, yang memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan melarang berkata kasar kepada mereka, bahkan sekadar mengucapkan kata “ah”.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa bakti kepada orang tua harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya diucapkan dalam doa.

Melalui ceramah tersebut, Ustadz Ahmad Al Habsy mengajak jemaah menjadikan rumah sebagai tempat pertama untuk menebarkan kasih sayang dan menghormati orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan.
Sebab, di tengah kesibukan mengejar cita-cita dan membahagiakan orang lain, jangan sampai seseorang melupakan ayah dan ibu yang selalu mengharapkan perhatian serta kasih sayang dari anak-anaknya sendiri.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah



