BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Tradisi tahunan Mappanre Ri Tasi’e di kawasan pesisir Pagatan kembali menghadirkan semarak budaya sekaligus berkah ekonomi bagi para pelaku UMKM. Sepanjang area acara, deretan stand pedagang dipadati pengunjung yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Aneka kuliner khas pesisir menjadi daya tarik utama. Olahan hasil laut seperti pentol ikan, amplang, hingga kerupuk ikan laris diburu pembeli. Tak hanya itu, jajanan gorengan, asinan, makanan manis, hingga hidangan berat juga turut meramaikan pilihan kuliner yang tersedia, menciptakan suasana layaknya “surga jajanan” bagi para pengunjung.
Menariknya, tidak hanya pelaku UMKM lokal yang ambil bagian, tetapi juga pedagang dari luar daerah turut meramaikan acara. Keberagaman produk yang ditawarkan semakin memperkaya pilihan dan menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain kuliner, wahana hiburan seperti photo booth juga menjadi spot favorit, terutama bagi kalangan muda dan keluarga yang ingin mengabadikan momen kebersamaan di tengah kemeriahan acara.
Salah satu pelaku UMKM mengaku merasakan lonjakan omzet yang signifikan selama kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah, dagangan kami cepat habis. Pengunjung ramai dari pagi sampai malam, ini sangat membantu perekonomian kami,” ungkapnya.
Kehadiran UMKM dalam perayaan ini tidak sekadar berjualan, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Momentum ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas sekaligus memperluas jaringan usaha.
Dari sisi manfaat, kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan, juga mendorong semangat kewirausahaan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga kelestarian kuliner tradisional agar tetap dikenal generasi muda.
Lebih dari itu, interaksi antara pedagang dan pengunjung menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Mappanre Ri Tasi’e pun tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga ruang kolaborasi antara tradisi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penulis/Editor : Ardi Fitriansyah


