BATULICIN, radio-swarabersujud.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali menggelar Aksi Sinergitas Merah Putih yang dirangkai dengan kegiatan Ngopi Bareng atau Ngobrol Perkara Iman di Lapangan Kantor Kecamatan Angsana, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan tausiah Ustadz Hasan Al-Majester dari Kabupaten Tanah Laut serta diikuti masyarakat Kecamatan Angsana. Dalam sambutannya, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh agama dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai kekuatan dalam membangun Tanah Bumbu. Menurutnya, pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang religius, kondusif, serta mendukung kemajuan daerah.

Selain menjadi wadah kebersamaan, Aksi Sinergitas Merah Putih juga menghadirkan berbagai pelayanan untuk masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, sosial, perizinan dan informasi pemerintahan, SIM dan Samsat Keliling, hingga layanan Kementerian Haji dan Umrah. Kegiatan lainnya meliputi senam sehat, Jumat bersih, tukar sampah dengan sembako, perpustakaan keliling, serta pangan murah.
Dalam kesempatan itu, Andi Rudi Latif juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM. Melalui Bank Kalsel, pemerintah menyiapkan program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha, sehingga UMKM memiliki akses untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan membangun jejaring.
Ia turut mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Hasan Al-Majester mengingatkan jamaah agar menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam kehidupan. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal karena Allah atau lillahi ta’ala, sekaligus mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Ia juga mengingatkan bahaya prasangka buruk, ghibah, dan fitnah, terutama ketika dilakukan melalui media sosial. Menurutnya, fitnah yang telah disebarkan sulit ditarik kembali dan dapat menjadi dosa jariyah. Perilaku menggunjing juga dapat mengurangi pahala seseorang karena kebaikannya diberikan kepada orang yang dizalimi, sehingga jamaah diajak lebih fokus memperbaiki kekurangan diri sendiri.
Penulis : Hamdan Pratama
Editor : Ardi Fitriansyah



