BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Cerita rakyat lokal Kabupaten Tanah Bumbu kembali dihidupkan melalui karya kreatif berbentuk film animasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu akan menggelar soft launching film animasi “Legenda Gua Liang Bangkai”, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 WITA tersebut bertempat di Studio Mini Lantai II Dispersip Tanah Bumbu.
Bupati Tanah Bumbu melalui Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, Senin (21/9/2026) di Batulicin, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini mendorong agar cerita rakyat dan potensi lokal Tanah Bumbu tidak hanya menjadi bagian dari cerita masa lalu, tetapi dapat dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diterima generasi muda.

Film animasi “Legenda Gua Liang Bangkai” mengangkat cerita rakyat yang berkaitan dengan salah satu potensi sejarah dan budaya Tanah Bumbu. Pengemasan dalam bentuk animasi menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali kekayaan cerita lokal kepada masyarakat, khususnya kalangan anak-anak dan generasi muda.
Soft launching tersebut juga dirangkai dengan Safari Literasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kegiatan nonton bareng film animasi Legenda Gua Liang Bangkai, serta diskusi mengenai potensi sumber daya lokal untuk penguatan literasi.
Kegiatan ini turut melibatkan Komunitas Pegiat Gambar Baca Cita, Forum TBM Kabupaten Tanah Bumbu, serta para pegiat literasi.
Melalui kegiatan tersebut, Dispersip Tanah Bumbu ingin menjadikan literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal sejarah, budaya, cerita rakyat, serta potensi daerah.

“Legenda Gua Liang Bangkai” diharapkan dapat menjadi salah satu media kreatif untuk memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Tanah Bumbu sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
“Nonton bareng, gali cerita, hidupkan literasi—karena cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi warisan yang terus hidup melalui generasi,” tutupnya.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


