Ida Romundang Lubis Gagas Poswasdin Terintegrasi untuk Deteksi Kewaspadaan Dini Cegah Konflik Sosial di Tanah Bumbu

BATULICIN, radio-swarabersujud.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tanah Bumbu menyosialisasikan Pusat Kewaspadaan Dini (Poswasdin) Terintegrasi kepada perwakilan kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu. Sosialisasi berlangsung di ruang rapat Kantor Bakesbangpol Tanah Bumbu, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah Poswasdin resmi diluncurkan pada 16 Oktober 2026. Sistem berbasis website tersebut hadir dengan slogan “Lapor Cepat, Deteksi Tepat, Konflik Dapat Dicegah” sebagai sarana mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini.

Kepala Bakesbangpol Tanah Bumbu Nahrul Fajeri melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Ida Romundang Lubis, menjelaskan Poswasdin dirancang untuk mempercepat proses pelaporan informasi terkait potensi gangguan atau konflik di masyarakat.

Kabid

Menurutnya, selama ini informasi terkadang terlambat diterima karena harus melewati sejumlah tahapan pelaporan. Bahkan, persoalan tertentu baru mendapat perhatian setelah informasinya menyebar atau viral di media sosial.

Melalui Poswasdin, masyarakat maupun pihak terkait dapat menyampaikan informasi secara lebih seragam, terstruktur, dan berbasis data. Informasi yang masuk selanjutnya dapat diverifikasi, dianalisis, dikoordinasikan, hingga ditindaklanjuti sebagai langkah pencegahan konflik.

Poswasdin mencakup berbagai potensi persoalan, seperti konflik antarwarga, pertanahan, hubungan masyarakat dengan perusahaan, ketenagakerjaan, lingkungan, antarkelompok, antardesa, layanan publik, isu SARA, informasi atau hoaks, pembangunan, serta gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

Ida menegaskan Poswasdin merupakan sarana kewaspadaan dini, pelaporan, deteksi potensi konflik, koordinasi, dan pencegahan konflik. Sistem ini bukan tempat menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, fitnah, maupun informasi pribadi yang tidak relevan, serta bukan pengganti proses hukum dan mekanisme pengaduan pelayanan publik.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mengikuti simulasi pelaporan yang dilakukan Rizki Novdiandi melalui website poswasdin.tanahbumbukab.go.id. Kecamatan memiliki peran penting sebagai mata dan telinga kewaspadaan dini di wilayah, dengan Kasi Trantibum sebagai penanggung jawab informasi yang aktif mengenali gejala potensi konflik di lapangan. Kegiatan dihadiri perwakilan dari 12 kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu serta tamu undangan terkait lainnya.

 

Penulis : Hamdan Pratama
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *