IKD Tanah Bumbu Capai 0,77, Tertinggi di Kalimantan Selatan

BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam kegiatan sosialisasi penilaian IKD Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menyebut nilai IKD daerah tersebut telah mencapai 0,77.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, akademisi hingga masyarakat.

“Ini tentunya bukan prestasi kami saja, tapi semuanya kawan-kawan yang ada di sini. Karena yang dinilai itu ada perusahaan, ada relawan, bagaimana fungsi organisasi yang ada di sini,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Penilaian IKD Tahun 2026 di Pusdalops BPBD Tanah Bumbu, Kamis (1/10/2026).

Sulhadi menjelaskan, IKD merupakan salah satu instrumen untuk mengukur kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Penilaian tersebut tidak hanya melihat kemampuan BPBD, tetapi juga kesiapan berbagai instansi dan pemangku kepentingan dalam menghadapi kondisi darurat.

IKD Tanah Bumbu Capai 0,77, Tertinggi di Kalimantan Selatan

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana. Seluruh unsur pentahelix memiliki peran penting, termasuk masyarakat sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan.

“Bencana ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ada swasta, akademisi dan seluruh pentahelix yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang mampu menyelamatkan diri ketika terjadi banjir, mengetahui jalur evakuasi serta memahami lokasi pengungsian tanpa harus selalu menunggu instruksi pemerintah merupakan salah satu gambaran meningkatnya kapasitas masyarakat.

“Bencana tidak bisa kita hilangkan, tetapi risikonya bisa kita kurangi,” tegasnya.

Sulhadi menyebut peningkatan IKD Tanah Bumbu berlangsung secara bertahap. Dari kisaran 0,4, nilai tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 0,52, 0,55, 0,65 hingga mencapai 0,77.

Capaian tersebut juga sejalan dengan data penilaian sebelumnya. BNPB mencatat IKD Tanah Bumbu sebesar 0,69 pada 2024, meningkat dibandingkan capaian sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini kita tertinggi, 0,77. Dengan indeks risiko bencana kita termasuk yang paling rendah juga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Suriansyah, Kasubbid Pencegahan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, turut hadir sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti perwakilan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait kebencanaan.

Sulhadi menegaskan, capaian IKD bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi harus tercermin dalam kesiapan nyata di lapangan.

“Bukan hanya IKD yang menjadi target kita, tetapi bagaimana riil di lapangan bahwa kita siap untuk penanganan bencana dan siap untuk mengurangi risiko bencana,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi terkini Kabupaten Tanah Bumbu yang masih menghadapi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk kesehatan, sosial, kecamatan, desa, TNI, Polri dan relawan.

“Dengan kapasitas kita yang kecil tidak bisa menyelesaikan ini. Kita perlu kawan-kawan dari semua unsur,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BPBD Tanah Bumbu memperkuat koordinasi dan pemenuhan indikator IKD, sekaligus memastikan peningkatan kapasitas daerah tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi diwujudkan melalui kesiapsiagaan masyarakat dan sinergi lintas sektor.

 

Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *