Kurator Balla Lompoa Ungkap Sejarah Awal Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan

 

GOWA, radio-swarabersujud.com — Sejarah panjang Kerajaan Gowa, mulai dari masa awal terbentuknya hingga berkembang menjadi salah satu kerajaan maritim berpengaruh di Sulawesi Selatan, menjadi materi utama dalam kunjungan edukasi 49 peserta Paskibraka Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026 di Museum Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kurator Wisata Museum Balla Lompoa, Jufri Tenri Bali, menjelaskan bahwa sejarah Kerajaan Gowa terbagi dalam dua periode besar. Periode pertama merupakan era purba yang diperkirakan berlangsung pada abad ke-10 hingga abad ke-14.

Pada masa tersebut, kehidupan masyarakat dan pemerintahan kerajaan belum banyak meninggalkan catatan tertulis. Sejarahnya lebih banyak diketahui melalui cerita dan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, sejumlah nama penguasa pada periode awal masih dikategorikan sebagai legenda atau mitos.

Jufri kemudian mengisahkan bahwa perkembangan Kerajaan Gowa tidak terlepas dari dinamika hubungan antarkerajaan di Sulawesi Selatan. Adanya gesekan dan kepentingan di antara kerajaan-kerajaan saat itu mendorong terbentuknya sebuah wadah persatuan yang melibatkan sembilan kerajaan.

Persatuan tersebut bertujuan membangun tatanan pemerintahan dan kehidupan bersama yang dapat menyatukan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang etnis, budaya, dan bahasa yang berbeda.

Dalam tradisi sejarah Gowa, salah satu tokoh penting pada masa awal tersebut dikenal dengan sebutan Karaeng Tu Manurung, yang dikisahkan sebagai sosok penguasa yang turun dari dunia atas. Gelar tersebut menjadi bagian penting dalam cerita asal-usul kepemimpinan Kerajaan Gowa.

Kurator juga menceritakan legenda pertemuan Karaeng Tu Manurung dengan seorang perempuan yang disebut berasal dari dunia samudra. Pertemuan keduanya kemudian berujung pada perkawinan yang dipercaya menjadi awal terbentuknya garis keturunan raja-raja Gowa.

Pemaparan berlanjut pada perjalanan dinasti kerajaan hingga masa Raja Gowa ke-26, yang memiliki dua orang putra. Perkembangan suksesi kepemimpinan berikutnya membawa Kerajaan Gowa memasuki babak penting dalam sejarah pemerintahan.

Pada masa perkembangan selanjutnya, Kerajaan Gowa semakin memperkuat sistem pemerintahan dan hubungan antarkerajaan. Salah satu tonggak penting yang dijelaskan adalah Perjanjian Rua Karaeng Tallua, yang berkaitan dengan pembagian peran dalam pemerintahan kerajaan.

Kurator Balla Lompoa Ungkap Sejarah Awal Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan

Jufri juga menekankan bahwa Kerajaan Gowa berkembang sebagai kerajaan maritim dengan karakter terbuka terhadap dunia luar. Aktivitas perdagangan dan hubungan dengan berbagai wilayah menjadi bagian penting dari perkembangan kerajaan tersebut.

Penjelasan sejarah itu disimak langsung oleh 49 peserta Paskibraka Tanah Bumbu yang mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan. Para peserta juga diberikan kesempatan berdialog dan mengajukan pertanyaan kepada kurator untuk menggali lebih dalam sejarah Kerajaan Gowa.

Kegiatan dipimpin Kepala Bakesbangpol Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri, serta dihadiri Direktur IPDN Kampus Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si., Sekretaris Bakesbangpol Halidie, tim pendamping jajaran Bakesbangpol, Bagian Protokol Setda, Bagian Umum Setda, Diskominfo, dan Radio Swara Bersujud.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah kerajaan di Nusantara, khususnya Kerajaan Gowa yang memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban, budaya, dan perdagangan maritim di Sulawesi Selatan.

 

Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *