BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Pantun tentang harapan mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah menjadi penutup menarik dalam penyampaian kesan dan pesan wisudawan oleh Zahratul Muna, A.Md.T, perwakilan Program Studi Teknik Pertambangan, pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VI Program Diploma III Politeknik Batulicin, Kamis (22/10/2026).
“ Toga dan ijazah sudah di tangan, tinggal loker yang kami tunggu,” ucap Zahratul Muna dalam sambutannya di Hotel Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Ungkapan tersebut disambut sebagai gambaran harapan para lulusan yang kini bersiap menghadapi babak baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dalam kesan dan pesannya, Zahratul Muna menceritakan berbagai pengalaman yang mewarnai perjalanan perkuliahan. Mulai dari tugas yang menumpuk, laporan yang berulang kali harus diperbaiki, hingga praktikum yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Namun, menurutnya, berbagai tantangan tersebut justru memberikan pelajaran penting bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, dan mampu bekerja sama.
“Dari semua itu, kita belajar hal-hal yang tidak ada di silabus, bahwa sabar itu perlu dilatih, kerja sama itu penting, dan kita ternyata bisa bertahan lebih kuat dari yang kita kira,” ungkapnya.
Ia juga mengenang perjuangan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan, termasuk mengorbankan waktu istirahat demi menuntaskan tugas dan menghadapi tenggat waktu. Kerinduan terhadap keluarga turut menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya mengantarkan mereka menuju hari kelulusan.
Pada kesempatan itu, Zahratul Muna menyampaikan apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan Politeknik Batulicin yang telah memberikan ilmu, bimbingan, serta dukungan selama proses pendidikan berlangsung.

Rasa terima kasih juga disampaikan kepada orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan doa, semangat, serta pengorbanan demi keberhasilan para mahasiswa.
“Hari ini kami membawa pulang sebuah gelar, tetapi gelar ini juga milik Bapak dan Ibu, Mama dan Papa. Semoga hari ini menjadi salah satu hari yang membuat kalian bangga pada kami semua,” tuturnya.
Kepada sesama wisudawan, ia berpesan agar tidak mudah berkecil hati ketika menghadapi ketidakpastian setelah lulus. Setiap orang, katanya, memiliki jalan dan waktu masing-masing untuk mencapai keberhasilan.
Sebagian lulusan mungkin akan langsung memperoleh pekerjaan, melanjutkan pendidikan, membangun usaha, atau masih harus berjuang mencari peluang yang sesuai dengan kompetensi mereka.
“Tidak apa-apa, kita tidak harus berhasil di waktu yang sama. Yang penting kita terus melangkah dan tidak berhenti belajar,” pesannya.
Harapan untuk segera memasuki dunia kerja kemudian disampaikan melalui pantun yang menjadi bagian paling menarik dari sambutannya.
“Pergi ke pasar membeli ikan,
Pulangnya singgah membeli tebu.
Toga dan ijazah sudah di tangan,
Tinggal loker yang kami tunggu.”
Pantun tersebut tidak hanya mengundang perhatian, tetapi juga merepresentasikan harapan para lulusan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan dan membangun masa depan.
Menurut Zahratul Muna, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menghadapi tantangan baru. Para lulusan diharapkan terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja, serta berani mengambil kesempatan yang tersedia.
Ia pun berharap Politeknik Batulicin semakin maju dalam menyelenggarakan pendidikan dan terus menghasilkan lulusan yang kompeten, berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Zahratul Muna menyampaikan doa dan harapan agar seluruh wisudawan diberikan kemudahan dalam menempuh perjalanan berikutnya, dilapangkan rezekinya, dan dipertemukan dengan berbagai kesempatan yang baik.
“Selamat wisuda, teman-teman! Semoga langkah kita dimudahkan dan rezeki kita dilapangkan. Sampai jumpa di kabar-kabar baik kita berikutnya,” pungkasnya.
Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk merayakan pencapaian akademik sekaligus menyiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan optimisme, semangat belajar, dan keyakinan terhadap masa depan.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah



