Bupati Diwakili Asisten I Buka Acara Forum Konsultasi Publik DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Kemenag Tanah Bumbu Gandeng Sucofindo Sosialisasikan Sertifikasi Halal bagi UMKM Disnakertrans Tanah Bumbu Kembali Laksanakan Pelatihan Barbershop Serdik Sespimmen ke-64 Laksanakan KKP di Polres Tanah Bumbu

Home / PDAM

Sabtu, 30 Juli 2022 - 10:42 WIB

Amru : Tahun 2025, PDAM Bersujud Seluruh Masyarakat Tanah Bumbu Terlayani

BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu ditargetkan pada 2025 mendatang sudah rampung, sehingga masyarakat perkotaan dan perdesaan bisa terlayani dengan baik.

Saat ini pelayanan air bersih PDAM Bersujud Tanah Bumbu belum maksimal. Dari jumlah total penduduk yang ada hanya 72 persen terlayani, sisanya 28 persen belum, terutama yang berada di daerah ujung.

Demikian Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Tanah Bumbu Amiruddin AS kepada wartawan Radio Swara Bersujud ( RSB ), belum lama in, di Batulicin.

Perlu digarisbawahi, pengelolan air minum di Tanah Bumbu, ada yang dikelola PDAM Bersujud dan Kelompok Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) di desa.

Amru — begitu panggilan akrab Amiruddin — menjelaskan, untuk peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat, setiap tahunnya Tanah Bumbu mendapatkan dari APBN murni sebesar 2-10 miliar rupiah. Dan ini secara rutin dilaksanakan.

Masalahnya, pemerintah pusat sudah melakukan MoU dengan Tanah Bumbu untuk membantu pelayanan masyarakat Bumi Bersujud.

Demian juga dengan dana alokasi khusus ( DAK ), Tanah Bumbu mendapat suntikan dana sebesar 8-20 miliar rupiah pertahun
. Dana sebesar ini bukan untuk PDAM Bersujud saja, tapi juga program lain. Dan itu, tergantung temanya.
Misalnya, tahun ini pemerintah fokus dengan penurunan stunting.

Dalam pelayanan peningkatan air bersih, dan rencana bisnisnya ke depan PDAM bertugas selaku operatornya, sementara Dinas PUPR dalam hal ini bagian Cipta Karya hanya membangun jaringan induk, sekunder, tersier dan langsung tersambung kepada masyarakat.

Untuk membangun pipa primer dan sekunder, jelas Amru, memerlukan dana cukup besar.
Satu kilonya bisa sampai 4-10 miliar rupiah. Dan pipanya non perawatan karena jaminan tidak rusak dan bebas perawatan.

Pemasangan pipanya sendiri sudah dilakukan 2015 lalu.
Artinya, untuk perkotaan pipa yang sudah bebas perawatan.

Tapi untuk wilayah perdesaan, masih dipasang pipa PVC ( Pipa berstandar SNI ) yang mana kekuatannya lima sampai tujuh tahun kedepan.

Penulis/Editor : Desy Aulia Asran

Share :

You cannot copy content of this page