Disbudporpar Ungkap Temuan Manuskrip Bersejarah dan Prestasi Lontara La Kapiten Lamatone

BATULICIN, radio-swarabersujud.com – Pada kegiatan Sosialisasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu di Ruang Studio Mini Kantor Dispersip, Rabu (15/7/2026), Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporpar) Kabupaten Tanah Bumbu memaparkan hasil inventarisasi manuskrip bersejarah yang berpotensi menjadi cagar budaya.

Dalam paparan Isnawati dari Bidang Kebudayaan Disbudporpar, menyampaikan apresiasi kepada Dispersip Tanah Bumbu atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pelestarian naskah kuno di daerah.

Disbudporpar Ungkap Temuan Manuskrip Bersejarah dan Prestasi Lontara La Kapiten Lamatone

Isnawati menjelaskan bahwa cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan, seperti bangunan, struktur, situs, kawasan, maupun benda yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan sehingga keberadaannya dilindungi oleh negara.

Salah satu objek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah manuskrip atau naskah kuno yang berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah.

Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan Disbudporpar bersama Tim Ahli Cagar Budaya, terdapat lima manuskrip yang ditemukan di Kabupaten Tanah Bumbu. Namun, baru tiga manuskrip yang dapat dipublikasikan sebagai objek yang diduga cagar budaya karena dua manuskrip lainnya masih menunggu persetujuan dari pihak ahli waris.

Tiga manuskrip yang dipaparkan meliputi Catatan Zaman Kerajaan Puang Janggo dari wilayah Paka Telu, Kecamatan Kusan Tengah, yang ditulis menggunakan aksara Arab Gundul dan Bugis serta saat ini disimpan oleh Said Muammar Al Idrus.

Selain itu terdapat Catatan Silsilah Makam Muhammad Nafis di Kecamatan Kusan Hulu yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dan dirawat oleh ahli waris Mulyadi, serta Catatan Pengobatan atau Perhitungan yang ditulis menggunakan aksara Arab Gundul dan Bugis dan masih dipelihara secara turun-temurun oleh keluarga Alimuddin di Kecamatan Kusan Hilir.

Pada kesempatan tersebut, Isnawati juga menyampaikan perkembangan menggembirakan terkait Lontara La Kapiten Lamatone, yakni buku catatan harian Kerajaan Pagatan yang dirawat oleh Andi Satria Jaya.

Naskah tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat Kabupaten Tanah Bumbu, kemudian ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Saat ini, Lontara La Kapiten Lamatone menjadi satu-satunya naskah dari Kalimantan Selatan yang lolos seleksi untuk mengikuti sidang penetapan Cagar Budaya tingkat Nasional.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah sekaligus memperkuat dokumentasi sejarah Tanah Bumbu melalui perlindungan terhadap manuskrip yang memiliki nilai historis tinggi.

 

Penulis : Hamdan Subhan
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *