DKPP Dorong Diversifikasi Pangan Lokal, Tekan Angka Stunting di Tanah Bumbu

BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu terus mendorong berbagai program ketahanan pangan guna memastikan keamanan pangan dan menekan angka stunting di daerah.

Hal ini selaras dengan visi misi Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat.

Disampaikan oleh Kabid Ketahanan Pangan DKPP, Rahbiyah, bersama Kabid P2SP DKPP, Erwin Novikar, dalam program Live Talkshow Interaktif Radio Swara Bersujud, Selasa (8/7/2025).

IMG 20250710 WA0012

Rahbiyah menjelaskan, salah satu fokus utama DKPP saat ini adalah menjamin keamanan pangan, khususnya pangan segar asal tumbuhan seperti beras yang menjadi konsumsi pokok masyarakat Tanah Bumbu.

Tak hanya itu, DKPP juga telah menyusun rencana untuk tahun 2026, di mana akan dilakukan kerja sama lintas bidang untuk memenuhi kebutuhan protein hewani melalui sektor peternakan dan pertanian lokal.

“Keamanan pangan menjadi prioritas, termasuk dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat. Tahun depan, kami akan berkolaborasi dengan bidang terkait untuk penguatan penyediaan daging lokal,” jelas Rahbiyah.

DKPP juga terus menggalakkan program diversifikasi pangan lokal atau penganekaragaman konsumsi pangan untuk menekan angka stunting. Salah satunya melalui inovasi Gerakan Makan Telur Rebus dan Pisang, yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.

“Program ini telah dievaluasi, dan hasilnya cukup positif. Bahkan, kami memberikan apresiasi kepada enam desa yang berhasil menjalankan program ini dengan baik dan mampu menurunkan angka stunting di wilayah mereka,” tambahnya.

Selain itu, DKPP juga menjalankan program Gerakan Makan Habiskan melalui kampanye Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak hanya makan untuk kenyang, tetapi juga memperhatikan gizi dan keamanan pangan.

“Melalui program B2SA ini, kami ingin memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan aman,” pungkas Erwin Novikar.

 

Penulis : Ferlin Amalia
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *