BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu terus mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui gerakan pembuatan kompos dari sampah dapur.
Edukasi tersebut disampaikan melalui berbagai materi kampanye lingkungan yang menekankan pentingnya pengolahan sampah organik secara benar agar lebih bermanfaat bagi lingkungan dan tanaman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Risdianadi melalui Plt Sekretaris Dinas, Indah Maya Suryanti, mengatakan bahwa sampah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya dapat diolah menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi yang bernilai manfaat besar bagi tanah dan tanaman.

“Melalui pengomposan yang tepat, sampah organik rumah tangga tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang mampu memperbaiki struktur tanah dan menyuburkan tanaman,” ujar Indah Maya Suryanti, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, proses pengomposan yang baik mampu mengurangi bau tidak sedap serta mencegah munculnya lalat dan bakteri penyebab pencemaran. Selain itu, kompos yang dihasilkan mengandung mikroorganisme baik yang membantu akar tanaman tumbuh lebih kuat dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai jenis sampah dapur yang dapat dimasukkan ke dalam komposter, seperti kulit buah, sayuran, daun kering, ampas kopi, dan sisa nasi dalam jumlah secukupnya. Sementara bahan seperti minyak, lemak, daging, ikan, dan makanan terlalu basah dianjurkan untuk dihindari karena dapat memicu bau dan menghambat proses fermentasi.
Dijelaskan, bahwa langkah sederhana membuat kompos, mulai dari memilah bahan organik, mencacah sampah menjadi ukuran kecil, menjaga kelembapan, hingga rutin mengaduk kompos agar proses penguraian berjalan optimal.
“Kompos bukan sekadar tanah hitam, tetapi sumber kehidupan mikroorganisme yang sangat penting bagi kesuburan tanah. Jika prosesnya benar, hasilnya bisa menjadi pupuk organik cair maupun media tanam yang baik untuk pertanian dan penghijauan,” tambahnya.
Ia berharap gerakan pengolahan sampah organik dari rumah tangga dapat menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengurangan sampah menuju Tanah Bumbu yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


