BATULICIN, radio-swarabersujud.com – Inovasi kreatif kembali hadir dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tengah mengabdi di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (11/8/2025).
Dalam program kerja utamanya, para mahasiswa berkolaborasi dengan warga setempat memanfaatkan limbah perikanan berupa jeroan ikan, limbah udang, serta bungkil sawit untuk diolah menjadi pakan buatan bernutrisi tinggi bagi ikan air tawar.
Program ini lahir sebagai jawaban atas dua tantangan utama yang dihadapi masyarakat: menumpuknya limbah perikanan yang berpotensi mencemari lingkungan dan mahalnya harga pakan ikan komersial.
Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif, mahasiswa KKN-T tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsep Zero Waste dan kemandirian pangan di sektor perikanan.
Limbah jeroan ikan dan udang yang selama ini dianggap tidak bernilai kini disulap menjadi komoditas bernilai tambah. Dikombinasikan dengan bungkil sawit yang kaya protein dan serat, bahan-bahan ini diolah menjadi pakan pelet dan bubuk yang praktis digunakan.
Proses pengolahan dilakukan dengan peralatan sederhana, namun menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal dan berkelanjutan.
Tak hanya memberikan manfaat ekonomi, inovasi ini juga menumbuhkan rasa bangga pada warga desa. Mereka kini memahami bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan, tetapi juga peluang emas untuk menciptakan sumber pendapatan baru.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif mereka, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, hingga uji coba pakan pada kolam ikan milik mereka.
Kepala Desa Sungai Cuka, H. Barhia, menyampaikan apresiasi penuh terhadap program ini, ia sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN-T ULM.
Program pembuatan pakan dari limbah ini sangat membantu masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan. Selain mengurangi limbah, masyarakat menjadi lebih mandiri dan hemat biaya. “Harapan kami, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan menginspirasi desa-desa lain,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T ULM membuktikan bahwa ilmu pengetahuan jika dipadukan dengan kreativitas dan gotong royong dapat menjadi motor perubahan.
Desa Sungai Cuka kini tidak hanya lebih bersih dari limbah perikanan, tetapi juga semakin tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi. Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun perikanan desa yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Penulis/Editor : Ardi Fitriansyah