Musrenbangdes di Kusan Hilir Soroti Kebersihan, Warga Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan

BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Pejala, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (17/9/2026).

Musrenbangdes tersebut digelar dalam rangka penyusunan RKP Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa (DU-RKP) Tahun 2028. Selain membahas prioritas pembangunan, forum ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan desa.

Camat Kusan Hilir, Amirullah, mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, terutama di lokasi yang bukan merupakan tempat pembuangan yang telah ditentukan.

Musrenbangdes di Kusan Hilir Soroti Kebersihan, Warga Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan

Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat.

Pemerintah telah menyediakan kontainer sampah di kawasan eks-Terminal Desa Batuah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membuang sampah.
Masyarakat dan kelompok pengelola sampah diharapkan membawa sampah dan membuangnya langsung ke kontainer yang telah disediakan.

Pemantauan juga dilakukan melalui kamera CCTV. Langkah tersebut bertujuan memastikan lokasi yang telah disediakan dapat digunakan sebagaimana mestinya sekaligus mencegah terjadinya pembuangan sampah di luar tempat yang ditentukan.

“Jangan lagi membuang sampah sembarangan. Kalau sudah ada tempat yang disediakan, manfaatkan dengan baik,” demikian imbauan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Selain sampah, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran juga menjadi perhatian. Kondisi musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, terlebih pada kondisi cuaca panas dan kering. Aktivitas membuka lahan dengan cara membakar juga perlu dihindari karena dapat memicu meluasnya api.
Warga juga diminta memastikan peralatan rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber api benar-benar dalam kondisi aman setelah digunakan.

Kebersihan Dimulai dari Lingkungan Sendiri
Persoalan sampah dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat sangat diperlukan agar sistem pengelolaan sampah yang telah disiapkan dapat berjalan secara efektif.

Kesadaran untuk memilah, mengurangi dan membuang sampah pada tempatnya diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah desa juga didorong terus memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, sehingga persoalan sampah tidak hanya ditangani ketika sudah menumpuk, tetapi dapat dicegah sejak dari sumbernya.

Dalam Musrenbangdes, pemerintah desa bersama masyarakat juga membahas berbagai kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan yang akan menjadi prioritas pada 2027.

Kepala Desa Pejala, Ahmadi, sebelumnya menyampaikan bahwa keterbatasan Dana Desa membuat pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan program. Sejumlah kebutuhan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian, sementara usulan pembangunan fisik harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting. Tidak semua persoalan lingkungan harus menunggu pembangunan fisik atau anggaran besar, karena menjaga kebersihan dapat dimulai dari kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah.

Musrenbangdes Pejala selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan berbagai usulan masyarakat yang akan dituangkan dalam RKP Desa Tahun 2027 dan DU-RKP Tahun 2028.

 

Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *