BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Bumbu terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan guna mencegah meningkatnya kasus gagal ginjal kronik, khususnya pada usia muda.
Dokter Pelaksana Dialisis RSUD Tanah Bumbu, dr. Andi Haryono, di Batulicin, Rabu (17/6/2026) mengungkapkan bahwa saat ini tidak sedikit anak muda yang mengalami gagal ginjal kronik. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola konsumsi yang kurang sehat hingga gaya hidup yang berisiko.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi minuman manis secara berlebihan, termasuk kopi dengan kadar gula tinggi, dapat meningkatkan risiko diabetes melitus yang menjadi salah satu penyebab gangguan ginjal. Selain itu, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas hidup sehat juga dapat memicu hipertensi yang berdampak pada kesehatan ginjal.
“Minum kopi boleh, tetapi jangan terlalu sering dan jangan berlebihan, terutama yang mengandung banyak gula. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan asupan air putih minimal dua liter per hari untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal,” ujar dr. Andi Haryono.
Sementara itu, salah satu pasien hemodialisis asal Kecamatan Mantewe, Tri Nova Atmaja Saputra (32), mengaku telah menjalani cuci darah selama hampir dua tahun. Ia merasa sangat terbantu dengan keberadaan layanan hemodialisis di RSUD Tanah Bumbu karena akses pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dan terjangkau.
“Saya bersyukur layanan hemodialisis sudah tersedia di Tanah Bumbu. Jarak dari tempat tinggal saya di Mantewe menjadi lebih dekat sehingga memudahkan proses pengobatan,” ungkapnya.
Tri Nova juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji, makanan ringan berpengawet, serta minuman yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Tanah Bumbu juga telah merealisasikan pembangunan gedung layanan yang akan menunjang kebutuhan pasien, khususnya bagi mereka yang menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah.
Melalui edukasi dan peningkatan fasilitas kesehatan tersebut, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyakit ginjal kronik dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


