BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian serius dari Satgas Karhutla Mabes TNI. Tim turun langsung ke Kecamatan Kusan Hilir untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendorong sinergi seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Sosialisasi Penanggulangan Bencana Karhutla digelar di Aula Koramil 1022-02/Kusan Hilir, Jalan 7 Februari, Kota Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, di antaranya Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K), FISQUA, serta Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P. dan Pasipropat Setum Secapaad Kapten Inf Pery Supendi, S.I.P.
Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari monitoring sekaligus penguatan penanganan Karhutla di wilayah Tanah Bumbu.
Dalam sosialisasi, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan gerak cepat dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan hingga masyarakat.
Menurutnya, kedatangan Satgas Karhutla Mabes TNI tidak sekadar memberikan arahan, tetapi juga menyerap informasi dan masukan langsung dari aparat serta masyarakat di daerah.
“Konsep pemikiran Bapak Presiden menekankan aksi cepat melalui kolaborasi antara pusat dan daerah. Tugas kami adalah memberikan paparan mengenai dampak Karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian,” ujarnya.

Ia mengingatkan, dampak Karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengancam kesehatan masyarakat dan memicu kerugian ekonomi yang lebih luas.
“Asap Karhutla membawa bahaya serius bagi kesehatan yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi,” tegasnya.
Senada, Kolonel Arh Hany Mahmudhi menegaskan bahwa Karhutla merupakan ancaman lintas sektor yang menyentuh aspek keselamatan masyarakat, lingkungan hingga perekonomian nasional.
“Karhutla adalah ancaman lintas sektor yang mengancam keselamatan, lingkungan, dan ekonomi nasional, dengan risiko memuncak saat kemarau panjang,” katanya.
Ia menyebut penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sosialisasi dan pencegahan, aksi nyata di lapangan hingga penindakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran secara melawan hukum.
“TNI sendiri telah menggelar dan mengirimkan Satgas Karhutla sebagai bukti kesiapan personel, alutsista, dan dukungan operasional lapangan untuk memastikan api tidak meluas,” jelasnya.
Terpisah, Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyambut positif kehadiran Tim Satgas Karhutla Mabes TNI. Ia menilai sosialisasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun aparat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparat tentang ancaman Karhutla. Dengan sinergi lintas sektor, kita bisa memperkuat kesiapsiagaan dan mencegah dampak lebih luas demi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang telah memberikan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat dan jajaran di wilayah Kodim 1022/Tanah Bumbu.
Kegiatan turut dihadiri Pasi Ops Kodim 1022/Tanah Bumbu Kapten Inf Sahlan selaku pendamping mewakili Dandim, Danramil 1022-02/Kusan Hilir Lettu Inf Suratmin, Kapolsek Kusan Hilir Iptu Badruddin, S.H., Camat Kusan Hilir Amrullah, perwakilan Damkar Kusan Hilir, aparatur kecamatan, relawan BPBD Tanah Bumbu, seluruh kepala desa se-Kusan Hilir, serta masyarakat.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dilanjutkan sesi tanya jawab.
Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi penguatan nyata bagi seluruh pihak untuk bergerak cepat, bersinergi, dan mencegah Karhutla sejak dini.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


