BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati, turut menyaksikan langsung prosesi ritual mallarung dalam rangkaian acara puncak Mappanre Ri Tasi’e 2026 yang digelar di perairan Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu pagi (26/4/2026).

Ritual adat yang sarat makna ini dipimpin oleh tokoh adat yang dikenal sebagai sandro, dengan prosesi utama berupa penyembelihan ayam jantan sebagai bagian dari tradisi penghormatan kepada laut. Prosesi tersebut dilakukan di atas perahu di tengah laut, disaksikan oleh para tamu undangan serta masyarakat yang memadati kawasan pesisir.

Suasana sakral terasa kental saat ritual berlangsung, diiringi doa-doa dan tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi mallarung sendiri menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut sekaligus permohonan keselamatan bagi para nelayan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya iring-iringan perahu hias yang beraneka ragam. Perahu-perahu tersebut dihias dengan warna-warni menarik, menambah daya tarik budaya dalam perhelatan tahunan ini.
Masyarakat dan wisatawan tampak antusias menyaksikan jalannya prosesi dari atas perahu maupun dari tepian pantai. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga daya tarik wisata yang memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada khalayak luas.
Kegiatan Mappanre Ri Tasi’e dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat pesisir sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Bumbu.
Tampak hadir, Staf Ahli Gubernur, Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Syabani Rasul dan Haji Hasanuddin, Camat Kusan Hilir Amirullah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


