Tanah Bumbu Miliki Tiga Warisan Budaya Takbenda, Bukti Kekayaan Budaya Daerah

BATULICIN, radio-swarabersujud.com —Tanah Bumbu dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman etnis, budaya, dan kesenian tradisional. Kondisi ini menjadikan Tanah Bumbu layaknya “miniatur Indonesia”, karena masyarakatnya berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya yang hidup berdampingan dengan harmonis.

Hal itu disampaikan oleh Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporpar) Tanah Bumbu, Isnawati, dalam Live Talkshow Interaktif Radio Swara Bersujud, Senin (13/10/2025).

“Kabupaten Tanah Bumbu memiliki banyak warisan budaya takbenda. Namun untuk bisa ditetapkan secara resmi, harus memenuhi sejumlah persyaratan dan kategori agar dapat diajukan ke tingkat provinsi hingga nasional,” jelas Isnawati.

Lebih lanjut, Isnawati menyampaikan bahwa hingga saat ini Tanah Bumbu telah memiliki tiga warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pada tahun 2018, Tanah Bumbu telah menetapkan tiga warisan budaya takbenda, yaitu Mappanreritasi’e, Kain Tenun Khas Pagatan, dan yang terbaru, kesenian tradisional Masukkiri yang baru saja ditetapkan di Jakarta sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ungkapnya dengan bangga.

Selain melestarikan warisan budaya takbenda, Disbudporpar Tanah Bumbu melalui Bidang Kebudayaan juga aktif melakukan inventarisasi dan pendataan cagar budaya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pelestarian dan pemanfaatan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pelestarian kebudayaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya lokal agar tidak punah tergerus zaman.

 

Penulis : Ferlin Amalia

Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *