Bupati Diwakili Asisten I Buka Acara Forum Konsultasi Publik DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Kemenag Tanah Bumbu Gandeng Sucofindo Sosialisasikan Sertifikasi Halal bagi UMKM Disnakertrans Tanah Bumbu Kembali Laksanakan Pelatihan Barbershop Serdik Sespimmen ke-64 Laksanakan KKP di Polres Tanah Bumbu

Home / DLH / Informasi

Senin, 27 Desember 2021 - 09:23 WIB

Tiga Sekolah di Tanah Bumbu Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2021

BATULICIN, RSB – Sebanyak tiga Sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu menerima penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan bersamaan dengan Talkshow “Perempuan dan Alam” yang digelar di Auditorium DR. Ir. Soejarwo, di Jakarta, Jum’at (24/12/2021).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri KLHK, Siti Nurbaya kepada para penerima penghargaan.

Bupati Tanbu dr HM. Zairullah Azhar diwakili Staf Ahli Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Dahliansyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu Mahriyadi Noor menghadiri penyerahan Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2021 secara virtual dari Ruang Digital Live Room (DLR) Kantor Bupati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu Mahriyadi Noor menyebutkan, tiga sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2021 yaitu SMAN 1 Satui, SMPN 1 Simpang Empat, dan SMPN 3 Kusan Hilir.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Bupati Tanbu yang telah mendukung penuh Sekolah Adiwiyata di Bumi Bersujud.

Selain itu juga disampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Penilai dan Pembina Kabupaten terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disdikbud, Kemenag, KPH Kusan, Disperkimtan dan pihak terkait lainnya dalam mendukung terwujudnya Sekolah Adiwiyata.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah.

Dengan adanya program Adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh.

Tujuan Adiwiyata secara umum yakni membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Pada tahun 2021 ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) menganugerahkan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 77 sekolah dan Adiwiyata Nasional kepada 344 sekolah yang dinilai telah dapat melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan pemberian penghargaan Adiwiyata Nasional ini memasuki penyelenggaraan ke-16 kalinya.

Berbagai upaya dilakukan agar program ini terus dan dapat menjawab perkembangan, tantangan, termasuk permasalahan lingkungan dalam kontek dan kaitan Pendidikan kesadaran lingkungan sejak dini dengan harapan setelah sekolah formal dapat menjadi core sekaligus sebagai tempat, sebagai magnet dalam pengembangannya.

Disebutkannya, konsep dari penganugerahan itu adalah kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui Pendidikan diantaranya dalam lingkup sekolah yang telah digagas sejak 16 tahun lalu dan terus diluaskan dengan pengembangan melalui perubahan peraturan Menteri LH Tahun 2013 diganti dengan peraturan Menteri LHK Tahun 2019 yang berkenaan dengan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) didukung dengan agenda pemberian award atau penghargaan Adiwiyata.

Aksi Gerakan (PBLHS) dilakukan dengan harapan sekolah-sekolah peraih penghargaan Adiwiyata dapat menjadi pengungkit embrio pendukung serta memberikan kontribusi tercapainya 20.000 Kampung Iklim di tahun 2025 serta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam agenda pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia secara berkualitas serta tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030.

Ditambahkannya, data di Kementerian LHK, sampai hari ini ada 4.726 Sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri dari 34 Provinsi di Indonesia sejak pertama kali dilakukan tahun 2006.

Meski jumlah tersebut baru mencakup kurang dari 2 persen total sekolah Indonesia yang mencapai lebih dari 280.000 sekolah.

Namun, hasil dan pengaruh gerakannya sudah dirasakan jauh lebih besar di tengah masyarakat dibandingkan dengan angka persentasi yang masih kecil itu. (Rel/Zuh/RSB)

Share :

Baca Juga

Informasi

LPPTKA-BKPRMI Tanah Bumbu Wisuda 227 Santri di Simpang Empat

Bapenda

Bapenda Tanah Bumbu : Pembayaran PBB – P2 Lebih Mudah Dilakukan Secara Online

Informasi

Kembali, Desa Mustika Kecamatan Kuranji Harumkan Nama Tanah Bumbu di Lomba P2L Tingkat Provinsi

Informasi

Dukung Kegiatan Rutin Majelis Lailatul Jumat, Bagian Kesejahteraan Setda Bagikan Konsumsi

Informasi

Tingkatkan Kualitas dan Keterampilan, PKK Sungai Loban Wacanakan Workshop

DLH

Pemkab Tanah Bumbu Bersiap Raih Adipura Tahun 2022
PKK

Dinsos

TP-PKK Tanbu Dampingi Dinsos Salurkan Bantuan dari Provinsi di Kusan Hilir

DLH

Peringati Harjad Kalsel ke-72 SKPD Tanbu Lakukan Aksi Bersih Lingkungan

You cannot copy content of this page