BATULICIN, radio-swarabersujud.com —Kabupaten Tanah Bumbu dikenal sebagai daerah pesisir dengan panjang garis pantai mencapai 158,7 kilometer.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Tanah Bumbu, M. Rizwan, menyampaikan bahwa daerah ini memiliki kekayaan sumber daya ikan yang melimpah, mulai dari udang galah, ikan patin, hingga ikan belida, yang termasuk spesies langka.
Tak hanya itu, potensi perikanan laut juga semakin berkembang dengan munculnya komoditas ubur-ubur yang kini mulai diminati pasar.
“Sekarang ubur-ubur justru menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak dikelola di Desa Muara Pagatan, Kusan Hilir, dan mulai menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat nelayan,” ujar Rizwan.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sektor perikanan diatur melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 36 Tahun 2023, yang mengatur tentang alat tangkap, alat bantu penangkapan ikan, serta jalur penangkapan ikan.
“Semua harus disesuaikan dengan jalur penangkapan. Misalnya nelayan tradisional berada di Jalur 1, sedangkan jalur lainnya digunakan untuk alat tangkap tertentu. Ini agar kegiatan perikanan tetap berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi Bupati Tanah Bumbu, Dinas Perikanan terus mendorong peningkatan kapasitas nelayan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan sosialisasi
Melalui upaya ini, Dinas Perikanan Tanah Bumbu berharap sektor perikanan dapat menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penulis : Ferlin Amalia
Editorn: Ardi Fitriansyah