Dinas PUPR Tanah Bumbu Perkuat Tata Ruang, Hadirkan 13 Pola Ruang hingga Aplikasi Sipetarung

BATULICIN, radio-swarabersujud.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas PUPR terus memperkuat pengelolaan tata ruang wilayah dengan berbagai inovasi.

Tak hanya menetapkan 13 pola ruang yang terbagi dalam kawasan budidaya dan kawasan lindung, Pemkab juga menghadirkan sistem digital bernama Sipetarung (Sistem Informasi Tata Ruang) untuk memudahkan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu, Hernadi Wibisono melalui Kepala Bidang Tata Ruang dan Konstruksi, Edy Rusdi dalam Live Talkshow Radio Swara Bersujud, belum lama ini, menyampaikan bahwa penyusunan tata ruang melibatkan partisipasi publik secara aktif. Hingga saat ini, sudah digelar lima kali forum diskusi grup (FDG) dan konsultasi publik untuk menyepakati dokumen perencanaan bersama masyarakat.

“Melalui partisipasi publik, dokumen tata ruang menjadi kesepakatan bersama yang wajib ditaati, sehingga arah pembangunan lebih terukur,” jelas Edy.

Baca juga :

DLH Tanah Bumbu Dorong Partisipasi Masyarakat Wujudkan Ruang Terbuka Hijau

Untuk mendukung keterbukaan informasi, Pemkab Tanbu menghadirkan Sipetarung yang dapat diakses melalui website dan aplikasi Android di PlayStore.

“Masyarakat cukup berdiri di atas tanahnya, aplikasi ini sudah bisa menunjukkan peruntukan lahan tersebut,” terang Edy.

Pengelolaan tata ruang dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah SKPD, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Perkimtan. Bahkan, pihaknya ikut merancang sejumlah rencana strategis, salah satunya pembangunan Sentral Park di kawasan Sungai Batulicin.

Edy menegaskan, tata ruang yang baik tidak hanya butuh perencanaan matang, tetapi juga pengawasan ketat. “Kami harap aparat kecamatan dan masyarakat ikut melaporkan jika ada pelanggaran tata ruang,” ujarnya.

Dengan perencanaan yang terintegrasi, pengendalian yang konsisten, serta partisipasi publik, Pemkab Tanbu optimistis tata ruang wilayah akan semakin tertata rapi, mendukung pembangunan perkotaan yang maju dan berkelanjutan.

 

Penulis/Editor : Ardi Fitriansyah

Bagikan :

On Air Now

Loading current show...

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *