Bupati Diwakili Asisten I Buka Acara Forum Konsultasi Publik DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Kemenag Tanah Bumbu Gandeng Sucofindo Sosialisasikan Sertifikasi Halal bagi UMKM Disnakertrans Tanah Bumbu Kembali Laksanakan Pelatihan Barbershop Serdik Sespimmen ke-64 Laksanakan KKP di Polres Tanah Bumbu

Home / Covid-19 / Dinkes / Kesehatan

Kamis, 2 Juni 2022 - 09:24 WIB

Dinkes Provinsi Kalsel Sebut Imunisasi Campak dan Rubella Perlu Dikejar Agar Terhindar Hepatitis Akut

"Imunisasi campak dan rubella pun perlu untuk dikejar selain vaksin Covid 19" Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin Badrudin

BATULICIN, RSB – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin Badrudin mengatakan, selain vaksinasi Covid-19 yang perlu dikejar, imunisasi campak dan rubella pun perlu untuk dikejar, dimana saat ini sedang heboh penyakit hepatitis akut, maka dengan imunisasi campak dan rubella dapat menjadi salah satu upaya agar terhindar dari hepatitis tersebut.

Hal tersebut disampaikannya ketika mewakili Gubernur Kalsel, H. Sabirin Noor dalam acara vaksinasi bergerak yang diselenggarakan di SMK Negeri 2 Simpang Empat, pada sabtu (28/05/2022) kemarin.

Berdasarkan sambutan tersebut, pada Selasa (31/05/2022), Kru RSB sempat melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu untuk meminta konfirmasi mengenai hal tersebut, namun saat Kepala Dinas Kesehatan, Setia Budi sedang tugas luar di Jakarta.

Baca juga Kadinkes Sebut Capaian Vaksinasi di Tanah Bumbu 99,86 Persen

Seperti yang diketahui, kemunculan penyakit  hepatitis akut, telah dipublikasikan sebagai kejadian luar biasa oleh WHO pada pertengahan April 2022.

Sedangkan jumlah orang yang terserang  hepatitis akut ini terus bertambah. Tercatat sudah lebih dari 170 kasus dilaporkan, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sudah ada tiga pasien anak di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan  hepatitis akut akhirnya meninggal. Ketiga anak tersebut telah dirawat selama dua minggu, per 30 April 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh dari media terpercaya, di tahun 2021, Hepatitis B ditemukan sekitar 53 kasus dari kisaran 700 kasus ibu hamil yang diperiksa.

Selanjutnya pada 2022, rincian kasus Hepatitis B reaktif pada Januari sebanyak 13 dari 677 sasaran yang diperiksa

Pada Februari 2022 turun menjadi 7 kasus dari total 464 sasaran yang diperiksa. Sedangkan saat Maret 2022 ada 8 kasus dari 697 sasaran. (Dsy/Zhd/RSB)

Share :

Baca Juga

KPM

Dinkes

Angka Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu Turun Tiga Persen

Covid-19

Dinkes Tanbu Sebutkan Sekitar 46 Persen Warga Sudah Divaksin Covid-19
Bian

Dinkes

Bupati Abah Zairullah Resmikan BIAN di Simpang Empat
Laitul Jumat

Kesehatan

Perketat Prokes Majelis Lailatul Jumat, Pemkab Tanbu Gandeng Puskesmas Simpang Empat

Covid-19

Ikhtiar Penanggulangan Covid-19, Pemkab Tanbu Rutinkan Kegiatan Keagamaan Pagi
disdukcapil

Covid-19

Disdukpencapil Beri KIA Bagi Anak yang Berani Vaksin

Covid-19

Wakili Bupati ke Tanete, Staf Khusus Bupati Sebut Pendekatan Keagamaan Untuk Bebas Covid-19
Satgas Pangan

Dinkes

Stok Bahan Kebutuhan Pokok Aman Selama Ramadhan

You cannot copy content of this page