BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu menjadi ajang refleksi perjalanan panjang daerah tersebut menuju status kabupaten definitif. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Selasa (8/4/2026), Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, membacakan sejarah singkat berdirinya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di hadapan peserta upacara.
Dalam pembacaan tersebut, disampaikan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu telah dimulai sejak tahun 1959 melalui pembentukan panitia penuntut. Namun, upaya tersebut sempat terhenti pada 1972 karena belum berhasil melepaskan diri dari kabupaten induk, yakni Kabupaten Kotabaru.

Perjuangan kembali dilanjutkan pada Agustus tahun 2000 dengan dibentuknya kembali Panitia Penuntut Kabupaten Tanah Bumbu yang melibatkan perwakilan dari delapan kecamatan.
Panitia kemudian melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari studi banding ke daerah lain di Kalimantan hingga penyusunan proposal kelayakan pemekaran.
Dalam prosesnya, panitia menghadapi berbagai tantangan, termasuk belum adanya dukungan dari pihak eksekutif Kabupaten Kotabaru. Meski demikian, upaya tidak berhenti. Panitia terus melakukan pendekatan ke pemerintah pusat, DPR RI, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hingga akhirnya memperoleh dukungan luas.
Disebutkan pula, perjuangan panjang tersebut ditandai dengan berbagai upaya intensif, termasuk puluhan kali kunjungan ke Jakarta, Surabaya, dan instansi terkait lainnya, serta ratusan kali rapat dan penyampaian aspirasi.
Puncaknya, melalui proses panjang dan penuh dinamika, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang paripurna pada 27 Januari 2003, yang kemudian disahkan pada 25 Februari 2003.
Selanjutnya, pada 8 April 2003 dilakukan pelantikan Penjabat Bupati Tanah Bumbu pertama, dr. H. Zairullah Azhar, M.Sc., sebagai tanda resmi berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu.
Pembacaan sejarah ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan perjuangan panjang para tokoh dan panitia pemekaran dalam mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain itu, momentum ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan daerah ke arah yang lebih maju.
Peringatan HUT ke-23 Tanah Bumbu berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, mantan bupati dan wakil bupati periode sebelumnya, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Penulis : Yudistira Aryadi
Editor : Ardi Fitriansyah


