BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu sekaligus Hari Bumi 2026 dengan meluncurkan berbagai program ramah lingkungan, belum lama ini, di Bandara Bersujud, Warung Aksi Merah Putih, Kecamatan Simpang Empat.
Momentum tersebut ditandai dengan pencanangan pilot project Gerakan Aksi Pilah Sampah Kabupaten Tanah Bumbu sebagai langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program ini difokuskan pada lima kecamatan, yakni Simpang Empat, Kusan Hulu, Mantewe, Karang Bintang, dan Sungai Loban. Adapun tujuh desa yang menjadi lokus percontohan meliputi Desa Gunung Besar, Kupang Berkah Jaya, Wonorejo, Sidomulyo, Bulurejo, Batulicin Irigasi, dan Sari Mulya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mencanangkan pengelolaan sampah mandiri bagi pelaku usaha kuliner melalui pemanfaatan lubang biopori sebagai media resapan air sekaligus pengolahan sampah organik.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan berbahan eco enzyme yang dipandu oleh Siti Fatimah dari Eduwisata Rawajati Jakarta.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 23 tahun Kabupaten Tanah Bumbu merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Ke depan, arah pembangunan daerah 2025–2029 kita fokuskan pada peningkatan daya saing, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tema global Hari Bumi tahun ini, yakni “Kekuatan Kita, Planet Kita”, yang mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan.
Menurutnya, gerakan pilah sampah dan pelatihan produk ramah lingkungan menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran sekaligus mendorong inovasi berbasis lingkungan.
“Semangat ini harus kita maknai sebagai dorongan untuk menggunakan sumber daya secara bijak, termasuk mendukung energi bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati menambahkan bahwa tanggung jawab menjaga bumi bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Hj. Nor Andi Arina Wati Arsyad selaku Staf Khusus Kepala BPOM Republik Indonesia Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan sekaligus Wakil Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah. Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, beserta unsur terkait lainnya.
Sumber : mc.tanahbumbukab.go.id
Editor : Ardi Fitriansyah


