BATULICIN, radio-swarabersujud.com — Di balik upaya membangun birokrasi bersih dan profesional, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu masih menghadapi tantangan besar dalam penerapan Zona Integritas (ZI), yakni perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur.
Hal tersebut diungkapkan dalam talkshow RSB On Talk bersama Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu di Radio Swara Bersujud, belum lama ini.

Inspektur Tanah Bumbu, Edi Prasetya melalui Inspektur Pembantu III Karmilah mengatakan, membangun Zona Integritas bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan perubahan mindset seluruh pegawai.
“Tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan lama menjadi budaya kerja yang profesional, transparan, dan melayani,” katanya.
Menurutnya, pembangunan Zona Integritas bukan hanya soal melengkapi dokumen administrasi, tetapi bagaimana nilai integritas benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Selain perubahan pola pikir, tantangan lain yang dihadapi adalah adaptasi terhadap teknologi dan sistem pelayanan digital yang kini semakin berkembang.
Meski begitu, Inspektorat Daerah optimistis semangat reformasi birokrasi di Tanah Bumbu akan terus meningkat.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya SKPD yang mulai membangun komitmen pelayanan publik bersih dan profesional.
“Kami terus melakukan pendampingan agar setiap SKPD memahami bahwa Zona Integritas ini bukan beban, tetapi kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat bergantung pada komitmen pimpinan dan seluruh pegawai di instansi masing-masing.
“Kalau semua punya komitmen yang sama, perubahan itu pasti bisa diwujudkan,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas birokrasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Penulis/Editor : Ardi Fitriansyah


