DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Kemenag Tanah Bumbu Gandeng Sucofindo Sosialisasikan Sertifikasi Halal bagi UMKM Disnakertrans Tanah Bumbu Kembali Laksanakan Pelatihan Barbershop Serdik Sespimmen ke-64 Laksanakan KKP di Polres Tanah Bumbu Meningkatkan Pendidikan di Tanah Bumbu, Amiluddin: Dinas Pendidikan Tetap Menunjang Program SDSM

Home / Organisasi / RSUD

Rabu, 29 Juni 2022 - 10:28 WIB

RSUD DHAAN Bersama IBI Kabupaten Tanah Bumbu Berhasil Turunkan Dua Persen Kasus Kematian Ibu dan Anak

"Angka kasus tersebut pada 2021 lalu mencapai tiga belas persen dan setelah terjadi penurunan kini di Bumi Bersujud berada di angka sebelas persen." - Eka Noor Susilawati, Bidan Koordinator RSUD DHAAN

BATULICIN, RSB – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Andi Abdurrahman Noor (RSUD DHAAN) Kabupaten Tanah Bumbu bersama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting RSUD setempat berhasil turunkan angka kasus kematian ibu dan anak.

Bidan Koordinator RSUD Eka Noor Susilawati didampingi Ketua IBI ranting RSUD Nita Rahmawati saat menghadiri talkshow siaran langsung dan live Youtube pada Acara Peringatan Hari Bidan Nasional di Radio Swara Bersujud Kamis (23/6/2022) lalu.

Ia mengatakan tahun ini kasus kematian ibu dan anak menurun sekitar dua persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga IBI Ranting RSUD DHAAN, Tingkatkan Peran Bidan Profesionalis Melalui Organisasi

Angka kasus tersebut pada 2021 lalu mencapai tiga belas persen dan setelah terjadi penurunan kini di Bumi Bersujud berada di angka sebelas persen.

Seluruh tenaga kesehatan tetap berupaya untuk terus menurunkan angka kasus dengan melakukan berbagai kegiatan di antaranya refresh ilmu, diskusi bersama dengan dokter terkait dan mengikuti webinar.

Dalam kegiatan refresh ilmu dan diskusi ini dilakukan dengan mengumpulkan seluruh anggota bidan dan dihadapkan pada sebuah kasus paling tinggi untuk update ilmu dengan dua dokter spesialis atau Sp.OG di RSUD setempat yakni dr. Cokorda Bagus Dian Krisna Juristia Suamba dan dr. Anna Ismiana.

Adapun penyebab dari permasalahan itu yakni Ibu mengalami gejala Covid-19 dan yang paling banyak terjadi diakibatkan oleh preeklamsia.

Preeklamsia adalah peningkatan tekanan darah dan kelebihan protein dalam urine yang terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan bila hal tersebut tidak segera ditangani, preeklamsia bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Jadi diharapkan semua calon ibu hamil untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sejak pra nikah, nikah dan selama masa kehamilan hingga melahirkan untuk mengantisipasi terjadinya kasus kematian ibu dan anak

 

Reporter / Editor       : Fitriana Rahma / Admin

Share :

Baca Juga

PWI

Informasi

Usai Dilantik, Ketua PWI Tanah Bumbu Sebut Tahun ini Akan Gelar UKW
Rapimnas

Dinsos

Dinsos Tanbu Bangga Atas Terselenggaranya Rapimnas II Forum Nasional PSAA – LKSA di Tanah Bumbu
Harjad

DPMD

Rayakan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Tanah Bumbu, Pemenang Lomba Diberikan Penghargaan
PWI

Organisasi

Ketua PWI Tanah Bumbu Kunjungi Radio Swara Bersujud
hipmat

Informasi

Sinergi Visi Misi Bupati, Hipmat Parepare Tegaskan Program Kerja Organisasi

RSUD

Sekda Dukung Program Website Susundiikat RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor 
Diskominfo

Diskominfo

Jika Tidak Ada Aral Melintang, Besok Pengurus Dharma Wanita Persatuan ( DWP ) Tanbu masa bakti 2019-2024 Dikukuhkan
DWP

Organisasi

Pengurus DWP Tanah Bumbu Periode 2019-2024 Dikukuhkan

You cannot copy content of this page