Sekda Ambo Sakka Hadiri Serah Terima Jabatan Kepala BPK Perwakilan Kalsel di Banjarbaru Hari Asyura 10 Muharram, Warga Komplek Perumahan Sepunggur Raya Indah Masak Bubur Asyura dan Panjatkan Doa Bersama Dinkes Tanah Bumbu Himbau Pekan Imunisasi Nasional Polio Pemkab Tanah Bumbu Raih Penghargaan Penyelesaian Pencairan 100% Dana Hibah Pilkada Serentak 2024 Direktur PT Air Minum Bersujud Terima Kunjungan Sekretaris Kopkar Pedami PAM Banjarmasin

Home / DP3AP2KB / Tanah Bumbu

Kamis, 19 Mei 2022 - 10:25 WIB

Kasus Pernikahan Usia Dini di Tanah Bumbu Terbilang Tinggi

"Kalimantan Selatan termasuk provinsi di Indonesia yang tinggi perkawinan anak usia dini, data dari BPS tahun 2019 anak yang menikah di bawah umur 18 tahun sebesar 11,21 persen." - Mahrian, Analis Pemberdayaan Ibu dan Anak DP3AP2KB Tanah Bumbu.

BATULICIN. RSB – Kasus pernikahan dini di wilayah Kalimantan Selatan termasuk tinggi secara nasional, di Tanah Bumbu sendiri kasus pernikahan dini yakni menikah di bawah usia 19 terbilang cukup tinggi.

Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu, Hj. Narni melalui Analis Pemberdayaan Ibu dan Anak, Mahrian kepada Kru RSB saat menjadi narasumber program talkshow, Selasa (17/5/2022) mengungkapkan Kalimantan Selatan termasuk provinsi di Indonesia yang tinggi perkawinan anak usia dini, data dari BPS tahun 2019 anak yang menikah di bawah umur 18 tahun sebesar 11,21 persen.

Baca juga Cegah Nikah Dini, DP3AP2KB Tanbu Berikan Layanan Konseling Pranikah

Sementara itu, untuk kasus yang sama di Tanah Bumbu pada tahun 2020, pernikahan anak usia dini terdapat 145 pasangan, dan untuk tahun 2022 dari awal bulan sampai Mei sekitar 37 pasangan yang nikah di bawah umur 19 tahun.

Dan dijelaskannya, rata-rata pernikahan usia dini yang mendaftar, yakni banyak yang hamil di luar nikah dengan usia kehamilan dari tiga bulan, enam bulan bahkan ada yang sudah mengandung kehamilan sembilan bulan.

Tingginya kasus pernikahan dini di Tanah Bumbu menurut penyebabnya adalah ketidaksetaraan gender, ekonomi dan kemiskinan, globalisasi atau prilaku remaja, dan regulasi. 

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa bahaya pernikahan dini, bukan hanya membahayakan bagi sang ibu, tapi juga anak (bayi) yang belum saatnya mereka dilahirkan.

Oleh karena itu, DP3AP2KB Tanah Bumbu mengingatkan untuk menghindari pernikahan usia dini, sehingga bisa melahirkan anak berkualitas dan berdaya saing di masa yang akan datang. (Scl/Zhd/RSB)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Kelanjutan Pembangunan Jembatan Pulau Laut, Tanah Bumbu Bantu Rp 100 Miliar

Tanah Bumbu

Pimpinan Pondok Pesantren Az-Zikra DDI Sampaikan Terimakasih Kepada Pemerintah Daerah

Tanah Bumbu

Bupati Zairullah Tekankan Peringatan Kemerdekaan 17 Agustus ke-76 Harus Diwarisi Generasi Penerus Bangsa

Tanah Bumbu

Fraksi PKB Mengharapkan Perubahan RAPBD 2023 Dijadikan Momentum Lakukan Evaluasi

Tanah Bumbu

Sekda Tanah Bumbu Ikuti Rapat Penyamaan Persepsi Kalsel Sebagai Gerbang IKN

Tanah Bumbu

Wabup Muh Rusli Bersama Isteri Mencoblos di TPS 20 Gunung Antasari

DPRD

Sekda Ambo Sakka : LPJ APBD Tahun Anggaran 2023 Sudah Dilakukan Sesuai Perundangan

Informasi

Tokoh di Kecamatan Kusan Hilir Tanggapi Makna HUT Kemerdekaan RI ke-76

You cannot copy content of this page